Program Ngobras Pro 1 RRI Surabaya, Senin (22/12/2025), menghadirkan Dr. Sandy Wahyudi, CEO SLC Marketing Inc. sekaligus Pendiri Komunitas Bisnis Keluarga Connectpedia. Dalam dialog yang dipandu Joe tersebut, Dr. Sandy mengulas berbagai tantangan yang kerap dihadapi bisnis keluarga, khususnya persoalan internal yang sering menghambat keberlanjutan usaha lintas generasi.
Dr. Sandy menjelaskan, latar belakang berdirinya Komunitas Bisnis Keluarga Connectpedia pada 2015 berangkat dari pengamatannya terhadap banyak bisnis keluarga yang sebenarnya unggul secara produk dan sistem, namun rapuh dalam aspek regenerasi. “Kami melihat banyak bisnis sukses, tetapi berhenti karena anak penerus enggan melanjutkan atau terjadi konflik internal keluarga,” ujarnya saat wawancara di studio Pro 1 RRI Surabaya.
Ia mengungkapkan, kendala utama bisnis keluarga setidaknya mencakup empat hal. Pertama, konflik generasi antara pendiri dan anak penerus, terutama dalam penerapan teknologi dan gaya kerja.
“Pendiri bisnis sering enggan mengadopsi teknologi baru karena khawatir berdampak pada karyawan lama yang sudah bersama sejak awal,” kata Dr. Sandy.
Menanggapi hal itu, Dr. Sandy menekankan pentingnya ruang komunikasi terbuka antara keluarga dan perusahaan. “Jadwalkan pertemuan keluarga yang juga membahas bisnis. Bahkan, beberapa perusahaan keluarga memiliki direktur keluarga untuk mengelola urusan ini,” katanya.
Lebih lanjut, ia menyarankan proses suksesi dilakukan secara bertahap dengan pendampingan selama lima hingga sepuluh tahun. Menurutnya, pendiri tetap berperan sebagai mentor, sementara anak diberi kewenangan mengambil keputusan.
Untuk karyawan lama, ia juga menyarankan adanya masa adaptasi atau pemberian tunjangan yang layak agar transisi berjalan lebih sehat. Sebagai dosen Magister Manajemen Universitas Ciputra, Dr. Sandy menilai Connectpedia berperan sebagai jembatan antara generasi pendiri dan penerus bisnis.
Artikel dari : https://rri.co.id/surabaya/daerah/2059218/ngobras-bahas-tantangan-regenerasi-bisnis-keluarga
Oleh: Yulius Puguh Adi Widodo
