fbpx

Kisah PT Daun Teratai Milik Influencer David Stanley Sang Gen Z

Connect Blog

Cara Gen Z Kenalkan Bisnis Keluarga yang Sudah 40+ Tahun Berdiri : Kisah PT Daun Teratai Milik Influencer David Stanley

Ada sesuatu yang tidak biasa dari cara PT Daun Teratai memasarkan produknya belakangan ini. Di TikTok, sebuah akun dengan lebih dari 2,7 juta followers memposting konten gaya hidup mewah, unboxing barang branded, dan sesekali, dengan nada yang sama santainya, mengajak pengikutnya untuk menjaga kesehatan dengan produk herbal keluarganya. Tidak ada kesan kaku. Tidak ada narasi penjualan yang dipaksakan. Hanya seorang anak muda yang berbicara tentang bisnis keluarganya seperti ia berbicara tentang bagian hidupnya yang lain.

Anak muda itu adalah Dave Stanley Kurniawan, CMO PT Daun Teratai Herbalife, yang kini berusia sekitar 23 tahun. Dan bisnis keluarga yang ia wakili bukan bisnis kecil-kecilan. PT Daun Teratai sudah berdiri sejak 1986, hampir 40 tahun, membangun reputasinya sebagai salah satu produsen obat herbal yang fokus pada penanganan kanker dan penyakit kronis di Indonesia. Produknya sudah lolos uji praklinis di Universitas Gadjah Mada, tersertifikasi halal MUI, mendapat sertifikasi ISO 9001 dan CPOTB dari BPOM, dan telah meraih berbagai penghargaan nasional di bidang pengobatan alternatif.

Di belakang semua itu, ada seorang ibu yang membesarkan Dave sendirian sambil mengembangkan bisnis ini. Shiella Stanley adalah figur yang namanya tidak banyak terdengar di luar lingkaran bisnis, tapi pengaruhnya terhadap perjalanan PT Daun Teratai sangat nyata. Ia adalah contoh dari apa yang tidak sering dibicarakan secara terbuka dalam dunia bisnis keluarga Indonesia: perempuan yang menjadi tulang punggung bisnis sekaligus tulang punggung keluarga, secara bersamaan, selama bertahun-tahun.

Dua Generasi, Dua Bahasa yang Berbeda

Selama hampir empat dekade, PT Daun Teratai membangun reputasinya dengan cara yang konvensional: kredibilitas ilmiah, jaringan distribusi, dan kepercayaan konsumen yang dibangun satu testimoni pada satu waktu. Pasar utama mereka adalah orang-orang yang sudah mengenal produk herbal, yang percaya pada pengobatan alternatif, dan yang sudah berada dalam ekosistem kesehatan tradisional.

Tapi pasar itu menua. Dan di sisi lain, ada generasi yang sama sekali berbeda cara berpikirnya tentang kesehatan, tentang brand, dan tentang kepercayaan.

Generasi muda tidak datang ke sebuah brand karena ia sudah berdiri puluhan tahun. Mereka datang karena seseorang yang mereka percaya merekomendasikannya, karena kontennya terasa relevan dengan kehidupan mereka, atau karena brand itu hadir di tempat yang sama dengan tempat mereka menghabiskan waktu. Dan salah satu tempat itu adalah TikTok.

Di sinilah Dave Stanley menjadi aset yang tidak ternilai bagi bisnis keluarganya. Dengan 2,7 juta lebih followers di TikTok dan 170 ribu di Instagram, ia bukan hanya anggota keluarga yang membantu promosi. Ia adalah channel distribusi pesan yang sudah punya audiens tersendiri, sudah punya kepercayaan tersendiri, dan sudah punya cara komunikasi yang beresonansi dengan segmen yang sebelumnya tidak bisa dijangkau PT Daun Teratai dengan cara lama.

Ketika Identitas Pribadi dan Bisnis Keluarga Bertemu

Yang menarik dari cara Dave mempromosikan bisnis keluarganya bukan pada seberapa sering ia menyebut produknya. Justru sebaliknya: ia jarang melakukannya secara hard selling. Kontennya lebih banyak tentang hidupnya sendiri, tentang gaya hidup, tentang hal-hal yang ia jalani sehari-hari. Dan di sela-sela itu, bisnis keluarga hadir sebagai bagian organik dari identitasnya, bukan sebagai iklan yang disisipkan.

Ini adalah pendekatan yang, disadari atau tidak, mereplikasi apa yang dilakukan brand-brand global terbesar dengan strategi identitas mereka. Orang tidak merasa sedang dijuali sesuatu. Mereka merasa sedang mengenal seseorang. Dan kepercayaan yang terbentuk dari cara seperti itu jauh lebih dalam daripada yang bisa dihasilkan oleh seribu iklan berbayar.

Hasilnya sudah mulai terlihat. PT Daun Teratai kini hadir di IMEDIC 2025, bertemu langsung dengan Menteri Kesehatan, Wakil Menteri Pertahanan, dan Kepala BPOM RI. Jangkauan mereka meluas, dan nama mereka mulai dikenal di kalangan yang sebelumnya tidak familiar dengan produk herbal keluarga ini.

Yang Tidak Berubah di Balik Semua Perubahan

Di tengah semua transformasi digital yang dibawa Dave, ada satu hal dari PT Daun Teratai yang tetap sama persis seperti ketika bisnis ini pertama kali berdiri: cara mereka memperlakukan orang yang datang meminta bantuan.

Halaman konsultasi mereka, yang bisa diakses di daunteratai.com/consult, memperkenalkan sebuah program bernama Daun Teratai Care. Tim di baliknya bukan sekadar customer service yang menjawab pertanyaan tentang produk. Mereka disebut caregivers, pendamping, orang-orang yang secara eksplisit menyatakan misi mereka bukan hanya menyampaikan informasi produk, tapi mendampingi pasien sepanjang perjalanan pengobatan mereka.

Rendy Yuandy H, Head Customer Care mereka, menulis dengan sederhana: “Tujuan akhir saya untuk membantu Anda agar tetap optimis dan sabar. Saya ingin mendampingi Anda sampai sembuh.” Rusmanto, salah satu senior di tim tersebut, menambahkan sesuatu yang jarang terdengar dari bisnis yang berorientasi produk: “Kanker bukan hanya masalah penyakit saja, tetapi faktor psikis juga berpengaruh terhadap terapi pengobatan.”

PT Daun Teratai bahkan bermitra dengan Yayasan Viyana Bhakti Nusantara untuk program sosial yang memastikan setiap orang memiliki kesempatan untuk mencegah, mendeteksi, mengobati, dan bertahan dari kanker, terlepas dari kemampuan ekonominya.

Ini bukan sesuatu yang bisa dibangun dengan algoritma. Ini adalah budaya bisnis yang terbentuk selama hampir empat dekade, yang diwariskan bukan lewat dokumen tapi lewat cara kerja sehari-hari yang diamati dan diinternalisasi generasi demi generasi. Dan justru fondasi inilah yang membuat semua yang Dave lakukan di TikTok memiliki substansi di baliknya. Marketing yang kuat selalu butuh produk dan nilai yang benar-benar ada untuk dipercayai.

Yang Bisa Dipelajari dari Bisnis Keluarga Ini

Perjalanan PT Daun Teratai dan keterlibatan Dave Stanley menawarkan satu gambaran yang sangat konkret tentang bagaimana sinergi antar generasi dalam bisnis keluarga bisa bekerja ketika kedua pihak memainkan perannya masing-masing dengan tepat.

Generasi yang membangun bisnis membawa sesuatu yang tidak bisa dibangun dalam semalam: rekam jejak, kepercayaan institusional, jaringan distribusi, dan legitimasi produk yang sudah teruji bertahun-tahun. PT Daun Teratai tidak bisa menjadi apa yang ia hari ini tanpa hampir empat dekade kerja keras yang dilakukan sebelum Dave lahir.

Di sisi lain, generasi yang tumbuh di era digital membawa sesuatu yang sama-sama tidak bisa dibeli dengan cepat: kedekatan dengan audiens baru, kemampuan komunikasi yang beresonansi dengan cara orang muda berpikir, dan kehadiran di platform yang sama sekali berbeda dari apa yang dikuasai generasi sebelumnya.

Keduanya tidak bisa saling menggantikan. Tapi keduanya bisa saling melengkapi, dan ketika itu terjadi, hasilnya adalah bisnis keluarga yang bisa berbicara kepada dua generasi konsumen yang bahkan berbeda zaman.

 

Kalau dinamika antar generasi dalam bisnis keluarga Anda terasa relate dengan cerita ini, Connectpedia adalah ruang untuk membicarakannya lebih dalam bersama sesama pebisnis keluarga yang sedang menavigasi perjalanan yang sama. Selengkapnya di connecting-leader.com. Connectpedia — Connecting Family Business.

Referensi

PT Daun Teratai. (t.t.). Sejarah Daun Teratai. Daunteratai.com. https://daunteratai.com/en/history/

PT Daun Teratai. (t.t.). Perkembangan PT Daun Teratai Herbalife dari Masa ke Masa. Daunteratai.com. https://daunteratai.com/en/blog-entry/perkembangan-pt-daun-teratai-herbalife-dari-masa-ke-masa/

Dave Stanley (@dave.stn). Instagram. https://www.instagram.com/dave.stn/

Related Posts

No results found.

Menu