Inovasi Garuda Food adalah hal yang menarik untuk kita bahas di dunia bisnis yang serba kompleks ini. GarudaFood bermula dari usaha rumahan sederhana yang dirintis oleh mendiang Darmo Putro pada tahun 1979, ketika keluarga ini memulai bisnis kacang tanah olahan lewat perusahaan PT Tudung Putra Jaya. Produk awalnya sangat sederhana yaitu kacang goreng bermerek Kacang Garuda yang dijual di pasar lokal. Namun komitmen keluarga untuk menjaga kualitas, konsistensi produksi dan keberanian berinovasi membuat merek ini berkembang pesat. Dari sebuah usaha agribisnis keluarga, GarudaFood kemudian berevolusi menjadi salah satu perusahaan F&B terbesar di Indonesia dan akhirnya dikenal secara regional.
- Transformasi dari Agribisnis ke Food & Beverage Consumer Brand. Akar GarudaFood berasal dari agribisnis kacang tanah, tetapi mereka tidak berhenti di sana. Tudung Group menjalankan business evolution yang sangat terencana dari komoditas agrikultur → menjadi produk makanan bermerek, dari satu kategori → ke multi-category brand (snacks, beverages, confectionery), dari pasar domestik → ke regional powerhouse. Transformasi ini membutuhkan visi jangka panjang dan keberanian keluarga untuk mengubah dirinya setara perusahaan modern.
- Kekuatan Inovasi Produk yang Berkelanjutan. Budaya inovasi GarudaFood adalah salah satu pilar terkuat mereka. Bukan sekadar menciptakan produk baru, tetapi membangun innovation machine yang berjalan terus-menerus mulai dari ragam rasa dan varian disesuaikan preferensi konsumen Asia, Inovasi kemasan sehingga dapat menjangkau berbagai daya beli, Ekspansi kategori mulai dari snack, wafer, minuman, hingga dairy, Kemitraan strategis seperti dengan Suntory, yang memperkuat kapabilitas produk dan distribusi. Dalam banyak bisnis keluarga, inovasi kerap menjadi hal yang “ditunda”. GarudaFood justru menjadikannya sebagai DNA perusahaan.
- Profesionalisasi Manajemen & Kepemimpinan Generasi Baru. Ekspansi ke level Asia tidak akan mungkin tercapai tanpa profesionalisasi. Keluarga pemilik menyadari bahwa skala besar membutuhkan kepemimpinan generasi baru yang terlatih, efektivitas organisasi membutuhkan profesional di posisi kunci, dan pertumbuhan regional membutuhkan keputusan berbasis data, bukan emosi keluarga. Dengan tata kelola kuat dan struktur manajemen modern, GarudaFood beroperasi seperti perusahaan multinasional tanpa meninggalkan nilai kebersamaan keluarga sebagai fondasi.
- Memanfaatkan Momentum Pertumbuhan Pasar Asia. Ekspansi GarudaFood tidak hanya mengandalkan brand dan produk, tetapi juga strategi regional yang sangat fokus pada memilih negara dengan kedekatan kultur rasa, membangun pabrik dan distribusi lokal untuk mempercepat penetrasi, memanfaatkan peluang “emerging consumers” di Asia Selatan & Asia Tenggara. Pendekatan strategis ini membuat pertumbuhan mereka tidak hanya cepat, tetapi juga berkelanjutan.
Baca juga : Stewardship X Inovasi: Tips Menjaga Warisan Bisnis Keluarga
Pelajaran Penting untuk Pelaku & Penerus Bisnis Keluarga
Dari kisah GarudaFood, pelaku bisnis keluarga bisa menarik beberapa pembelajaran antara lain :
- Evolusi bisnis adalah keharusan, bukan pilihan. GarudaFood awalnya hanya menjual kacang goreng. Jika mereka tetap bertahan di satu produk, mereka mungkin tidak sebesar sekarang. Mereka berevolusi menjadi perusahaan multi-produk (snack, minuman, dessert), bahkan masuk ke pasar India dan Asia Tenggara. Ada 3 prinsip yang bisa di adaptasi yaitu evaluasi kategori baru setiap 2–3 tahun, lihat perubahan perilaku konsumen jangan terpaku pada produk yang “dulunya laku” dan berani meninggalkan cara lama jika sudah tidak relevan.
- Profesionalisasi memperkuat, bukan “menghilangkan” peran keluarga. GarudaFood tidak hanya diisi oleh keluarga pemilik. Mereka merekrut profesional untuk mengisi banyak posisi strategis namun keluarga tetap mengarahkan visi besar dan nilai perusahaan. Dari sini kita bisa belajar bahwa keluarga fokus pada arah jangka panjang, bukan operasi harian dan profesional diberi ruang mengambil keputusan, bukan sekadar “asisten keluarga” serta gunakan KPI dan sistem, bukan hubungan emosional, untuk mengukur kinerja.
- Inovasi harus terus berjalan bahkan ketika bisnis sedang stabil. Meski Kacang Garuda sudah menjadi market leader, GarudaFood tetap mengembangkan produk baru seperti wafer, minuman, dan varian rasa baru sebelum pasar meminta. Mereka tidak menunggu bisnis menurun baru berinovasi. 3 pelajaran yang bisa diambil dan ditiru dari Garuda Food yaitu tetapkan target minimal 2–3 inovasi baru setiap tahun, bentuk tim R&D yang tidak harus besar yang penting konsisten dan yang paling penting dengarkan feedback pelanggan lebih sering daripada pesaing.
- Kolaborasi mempercepat ekspansi dan membuka peluang baru. Kerja sama GarudaFood dengan Suntory membuat mereka lebih cepat mengembangkan kategori minuman yang kompetitif tanpa harus membangun kapabilitas dari nol. Strategi mencari partner yang punya kekuatan berbeda (teknologi, distribusi, formula) merupakan hal penting, tidak perlu ekspansi sendiri karena kerja sama bisa memangkas waktu bertahun-tahun dan kolaborasi bisa berbentuk joint venture, distribusi, atau co-branding.
- Generasi penerus harus membawa perspektif global. Generasi baru di GarudaFood melihat peluang pasar Asia sejak awal. Mereka memahami standar internasional, selera regional, hingga cara kerja perusahaan global yang membuat ekspansi lebih mulus. Maka dari itu next-gen wajib exposure (sekolah, magang, atau project di luar negeri), menggunakan benchmark internasional, bukan hanya lokal serta yang tidak kalah penting adalah jangan berpikir “produk kita cocok untuk orang Indonesia saja”.
Perjalanan Inovasi Garuda Food membuktikan bahwa bisnis keluarga Indonesia mampu menjadi pemain regional bila memiliki keberanian untuk berubah. Dari sebuah industri rumahan di akhir 70-an, mereka kini menjelma menjadi perusahaan yang menembus batas negara dan budaya.Keberhasilan ini bukan hanya karena skala produksi atau kekuatan modal, tetapi karena tiga hal anatar lain kejelasan visi keluarga, budaya inovasi yang konsisten, dan kemampuan membangun organisasi yang profesional.
Baca juga : 4 Langkah Mendorong Inovasi dan Adopsi Digital bagi Generasi Penerus
GarudaFood menunjukkan bahwa nilai-nilai keluarga dari kerja keras, kejujuran dan ketekunan dapat bertemu dengan ambisi global. Ketika dua hal ini berjalan seimbang, bisnis keluarga bisa melampaui batas yang sebelumnya dianggap mustahil. Kisah ini penting bagi para pelaku dan penerus bisnis keluarga karena masa depan hanya bisa dimenangkan oleh mereka yang bersedia belajar, beradaptasi dan terus berinovasi tanpa putus.
