fbpx

Mayora Group & Kekuatan Storytelling Bisnis Keluarga Hingga Mendunia

Connect Blog
Profil Singkat Mayora Group

Mayora Group adalah salah satu contoh bisnis keluarga sukses Indonesia yang berhasil berkembang menjadi perusahaan berskala global. Didirikan pada tahun 1977, Mayora bermula sebagai industri rumahan kecil yang memproduksi biskuit di Tangerang. Dengan semangat kerja keras dan kekeluargaan yang kuat, bisnis ini tumbuh pesat hingga melahirkan brand-brand legendaris seperti Kopiko, Roma, Energen, dan Torabika.

Sebagai perusahaan keluarga, Mayora Group tidak hanya menjual produk, tetapi juga menjual cerita di balik perjalanan panjangnya. Keberhasilan Mayora bukan semata hasil strategi pemasaran modern, melainkan juga karena mampu memanfaatkan storytelling bisnis keluarga sebagai bagian dari strategi branding.

Hingga kini, Mayora telah mengekspor produk ke lebih dari 100 negara, menjadi bukti nyata bahwa narasi keluarga bisa menjadi kekuatan global.

Storytelling sebagai Strategi Bisnis Keluarga

Dalam dunia bisnis yang kompetitif, harga dan kualitas saja sering kali tidak cukup untuk membedakan satu brand dengan lainnya. Di sinilah storytelling memainkan peran penting. Bagi banyak bisnis keluarga, cerita menjadi unique selling point (USP) yang sulit ditiru oleh pesaing.

Storytelling bisnis keluarga mampu menghadirkan nilai tambah berupa kedekatan emosional dengan konsumen. Narasi seperti “resep turun-temurun”, “komitmen keluarga terhadap kualitas”, atau “usaha yang dibangun dari nol” memberi sentuhan manusiawi yang membuat brand lebih relatable.

Mayora Group memahami betul hal ini. Dalam berbagai kampanyenya, Mayora kerap mengangkat nilai kekeluargaan, kebersamaan, dan momen sederhana sehari-hari yang menjadi dekat dengan hati konsumen.

Bagaimana Mayora Group Memanfaatkan Cerita Keluarga

Mayora Group lahir dari keluarga sederhana yang memiliki visi besar: menyediakan produk makanan dan minuman berkualitas untuk masyarakat luas. Cerita inilah yang kemudian menjadi fondasi brand identity mereka.

Beberapa contoh pemanfaatan cerita keluarga oleh Mayora Group antara lain:

  • Produk yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Roma Biskuit Marie dan Energen selalu dikaitkan dengan momen sarapan keluarga.
  • Narasi kesederhanaan. Brand Kopiko misalnya, diposisikan sebagai permen kopi pertama yang bisa dinikmati kapan pun, menjangkau semua kalangan.
  • Nilai kekeluargaan. Pesan marketing Mayora sering menekankan kebersamaan, seperti “dari keluarga untuk keluarga”. Narasi ini tidak hanya sekadar iklan, melainkan membentuk persepsi konsumen bahwa Mayora adalah brand yang lahir dari nilai keluarga dan peduli pada kehidupan sehari-hari mereka.
Dari Cerita ke USP dan Emotional Branding

Cerita keluarga yang konsisten digunakan Mayora bukan hanya sekadar nostalgia, tetapi telah diolah menjadi Unique Selling Point (USP). USP ini membuat produk Mayora berbeda di pasar yang penuh kompetitor.

Contoh nyata adalah saat Kopiko dipromosikan di drama Korea hingga dikirim ke luar angkasa dalam misi NASA. Di balik pencapaian besar itu, tetap ada benang merah cerita keluarga: sebuah brand Indonesia yang lahir dari nilai kekeluargaan kini mendunia.

Dengan demikian, storytelling bisnis keluarga Mayora menghasilkan:

  • Brand value yang kuat. Konsumen melihat Mayora bukan sekadar produsen makanan, tapi bagian dari cerita keluarga mereka sendiri.
  • Emotional Branding. Konsumen merasakan ikatan emosional, karena produk Mayora sering hadir dalam momen kebersamaan.
  • Diferensiasi yang otentik. Pesaing sulit meniru cerita karena ia bersumber dari identitas keluarga pendiri.
Pelajaran untuk Bisnis Keluarga Lain

Kisah sukses Mayora Group memberi banyak inspirasi bagi pelaku bisnis keluarga di Indonesia:

  • Identifikasi cerita otentik. Gali kisah pendirian, perjuangan, atau nilai keluarga yang bisa menjadi fondasi brand.
  • Terjemahkan cerita ke produk. Pastikan narasi keluarga hadir dalam inovasi produk dan cara pemasarannya.
  • Gunakan cerita untuk USP. Bedakan diri dari pesaing bukan hanya lewat harga, tapi lewat nilai yang unik.
  • Bangun emotional branding. Kaitkan produk dengan momen emosional konsumen, seperti kebersamaan keluarga atau perayaan kecil.

Dengan langkah-langkah ini, bisnis keluarga lain bisa menjadikan cerita sebagai modal branding yang berkelanjutan, sama seperti yang dilakukan Mayora Group.

Baca juga: Strategi Bisnis Keluarga ala Grup Sinarmas Bertahan Lintas Generasi

Kesimpulan

Perjalanan Mayora Group menunjukkan bahwa storytelling bisnis keluarga adalah strategi yang tidak hanya efektif, tetapi juga berkelanjutan. Dari sebuah usaha kecil di Tangerang, Mayora tumbuh menjadi perusahaan global dengan kekuatan narasi keluarga yang melekat pada setiap produknya.

Bagi bisnis keluarga lain, kunci keberhasilan bukan sekadar pada modal besar atau strategi harga, tetapi juga pada kemampuan mengemas cerita keluarga menjadi USP dan emotional branding. Dengan begitu, brand tidak hanya dikenal, tetapi juga dicintai konsumen lintas generasi.

Related Posts

No results found.

Menu