Salim Group adalah salah satu konglomerasi terbesar dan paling berpengaruh di Indonesia. Sejarahnya mencerminkan perjalanan panjang dari seorang imigran sederhana hingga menjadi dinasti bisnis lintas generasi yang kini tetap relevan di tengah perubahan zaman. Perjalanan ini juga menunjukkan bagaimana sebuah perusahaan keluarga mampu bertahan melalui krisis besar dan bertransformasi menjadi lebih profesional.
Awal Mula: Sudono Salim (Generasi Pertama)
Pendiri Salim Group, Sudono Salim atau dikenal juga dengan nama Tionghoanya Liem Sioe Liong, lahir pada tahun 1916 di Fujian, Tiongkok. Ia hijrah ke Indonesia pada 1938 dengan modal terbatas, memulai usaha kecil-kecilan dalam perdagangan hasil bumi dan cengkeh. Melalui kerja keras dan jejaring yang luas, usahanya berkembang pesat.
Pada dekade 1970-an hingga 1980-an, Sudono Salim membangun kerajaan bisnisnya antara lain Bogasari (penggilingan tepung terbesar di Asia Tenggara),Indofood (produsen mie instan terbesar di dunia, termasuk merek legendaris Indomie), Bank Central Asia (BCA) (yang sempat menjadi bank swasta terbesar di Indonesia), Indocement (produsen semen besar di Indonesia), serta berbagai bisnis properti, agribisnis, dan jasa keuangan.
Anthony Salim: Menyelamatkan dan Menstabilkan (Generasi Kedua)
Memasuki 1992, tongkat kepemimpinan mulai beralih ke putranya, Anthony Salim. Tugas berat menanti, terlebih setelah krisis 1997–1998 yang membuat banyak bisnis keluarga kolaps. Salim Group mengalami tekanan besar, harus melepas aset strategis seperti BCA, namun berhasil mempertahankan bisnis inti di sektor pangan dan manufaktur.
Anthony dikenal sebagai figur yang berhati-hati namun tegas dalam restrukturisasi. Fokusnya adalah:
- Menyelamatkan grup dengan menjaga perusahaan inti (Indofood, Bogasari),
- Melakukan restrukturisasi utang dan penjualan aset non-inti,
- Mengembangkan bisnis ritel melalui Indomaret,
- Diversifikasi ke sektor agribisnis, distribusi, dan energi melalui First Pacific (perusahaan investasi berbasis di Hong Kong),
- Membangun sistem manajemen yang lebih profesional agar tidak terlalu bergantung pada hubungan politik.
Anthony berhasil memulihkan reputasi Salim Group dan menjadikannya salah satu pemain utama lagi di kancah bisnis Indonesia.
Axton Salim: Membawa Inovasi dan Generasi Baru (Generasi Ketiga)
Generasi ketiga diwakili oleh Axton Salim, putra Anthony Salim, yang lahir tahun 1979. Sejak 2009, Axton menjabat sebagai Direktur Indofood setelah sebelumnya berkarier di dalam perusahaan sebagai Brand Manager dan Assistant CEO. Axton membawa angin segar dengan fokus pada:
- Inovasi produk untuk generasi muda,
- Penguatan brand global Indomie dan produk Indofood lainnya,
- Program keberlanjutan dan nutrisi, seperti keterlibatan dalam Scaling Up Nutrition (SUN) Movement,
- Ekspansi agribisnis dan dairy business melalui IndoAgri dan unit-unit lainnya,
- Digitalisasi dan modernisasi pemasaran untuk menjaga relevansi Indofood di pasar global.
Peran Axton menandai masuknya generasi baru yang lebih adaptif terhadap perubahan selera konsumen, tren global, serta kebutuhan akan bisnis yang lebih berkelanjutan.
Timeline Perjalanan Salim Group
1916: Liem Sioe Liong (Sudono Salim) lahir di Fujian, Tiongkok.
1938: Hijrah ke Indonesia, memulai usaha kecil perdagangan hasil bumi.
1970–1980-an: Ekspansi besar-besaran: Bogasari, Indofood, BCA, Indocement.
1992: Anthony Salim resmi mengambil alih kepemimpinan.
1997–1998: Krisis moneter Asia, Salim Group kehilangan beberapa aset strategis namun bertahan dengan Indofood.
2000-an: Anthony fokus membangun kembali dan mengelola diversifikasi bisnis melalui First Pacific.
2009: Axton Salim masuk sebagai Direktur Indofood.
2010–sekarang: Indofood dan Salim Group terus berkembang, Indomie menjadi ikon global, dan generasi ketiga memperkuat inovasi.
Tabel Perbandingan Generasi Salim
| Generasi | Tokoh Utama | Periode & Peristiwa Penting | Peran & Fokus Utama |
| Pertama | Sudono Salim | 1938–1992; membangun bisnis dari nol, mendirikan Bogasari, Indofood, BCA, Indocement. | Mendirikan fondasi konglomerasi; ekspansi besar-besaran di berbagai sektor. |
| Kedua | Anthony Salim | 1992–sekarang; memimpin di era krisis 1997–1998. | Menyelamatkan grup; restrukturisasi; fokus pada core business dan profesionalisasi. |
| Ketiga | Axton Salim | 2009–sekarang; Direktur Indofood, inovasi produk dan brand global. | Membawa inovasi, keberlanjutan, adaptasi generasi muda, ekspansi global. |
Kesimpulan
Perjalanan Salim Group adalah cermin bagaimana sebuah family business bisa bertahan hingga tiga generasi. Sudono Salim membangun pondasi, Anthony Salim menyelamatkan dan menstabilkan, sementara Axton Salim membawa inovasi dan arah baru yang lebih modern. Keberhasilan ini bukan hanya karena faktor internal, tetapi juga kemampuan beradaptasi dengan kondisi ekonomi, politik, dan sosial di Indonesia maupun dunia.
Salim Group kini menjadi contoh nyata bahwa perusahaan keluarga bisa tumbuh profesional tanpa kehilangan identitas dan warisan generasi sebelumnya.
Sumber informasi :
Wikipedia – Sudono Salim
Wikipedia – Anthony Salim
Indofood – Board of Directors: Axton Salim
Wikipedia – Indofood
First Pacific – Leadership Profile Anthony Salim
Indonesia’s Richest – Journey of Anthony Salim in Business
Bloomberg – Indofood & Salim Group
