fbpx

WELCOME TO CRYPTOCURRENCY ERA

Artikel Bisnis

WELCOME TO CRYPTO-CURRENCY ERA

Pesatnya perkembangan teknologi memberikan dampak kepada manusia. Berbagai kemudahan menjadi sebuah hasil dari inovasi yang terus menerus. Salah satu yang begitu berkembang adalah internet dan E-Commerce. Abad digital menjadi sebuah dunia baru bagi generasi sekarang. Berkembangnya E-Commerce, memberikan banyak kemudahan dalam melakukan transaksi. Hal ini juga berdampak pada transaksi pembayaran. Transaksi pembayaran yang mudah mengarah kepada penggunaan Kartu Kredit. Namun penetrasi kartu kredit di Indonesia sendiri tidak semasif di negara-negara lain. Produk tabungan sendiri pun, seperti kartu Debit/ATM walaupun sudah menjadi alat bantu pembayaran namun masih belum merata di seluruh pulau Indonesia. Namun kemudian mulai bergeser menjadi mekanisme pembayaran elektronik.

Perputaran uang secara elektornik saat ini sudah meningkat. Pembayaran non tunai, menjadi sebuah tren dan solusi perbankan. Produk terkait dikeluarkan/diterbitkan baik oleh institusi perbankan maupun non perbankan. Bentuk awal uang eletronik adalah kartu non tabungan bukan kartu ATM atau Kartu Kredit. Dimana pemegang kartu dapat menggunakan kartu tersebut tanpa membuka rekening pada Bank yang mengeluarkan kartu terkait. Kemudahan inilah yang menjadi salah satu keuntungan dalam penggunaan uang elektronik.

Perkembangan sistem dan teknologi informasi membawa kita keberbagai macan solusi yang saat ini menjadi awam bagi khalayak ramai. Aplikasi seperti Go Pay yang menawarkan suatu solusi/kemudahan menyedot perhatian pengguna. Dengan jumlah pengguna yang cukup besar, perputaran uang juga menjadi semakin banyak. Hal ini tidak hanya berdampak pada perbankan, namun juga non perbankan ikut serta dalam pangsa pasar uang non tunai ini.

Mengenal Crypto-currency

Crypto-currency adalah sebuah teknologi membuat mata uang digital yang menggunakan kriptografi untuk keamanan yang membuatnya tidak dapat dipalsukan. Nilai harga dari crypto-currency sebagian besar ditentukan oleh kekuatan buy and sell dari para pengguna teknologi ini. Crypto-currency atau teknologi mata uang digital saat ini sangat marak dikembangkan oleh berbagai perusahaan dan team engineer di berbagai belahan dunia, bahkan Google Ventures juga berinvestasi di salah satu teknologi Crypto-currency. Terdata sudah lebih dari 500 crypto-currency diciptakan berdasarkan coinmarketcap.com.  Beberapa crypto-currency memiliki berbagai konsep yang berbeda dan beberapa memiliki konsep yang meniru Bitcoin, yaitu crypto-currency yang pertama ada di dunia dan yang paling besar saat ini nilai konversinya ke mata uang riil.

Karena nilai dasar crypto-currency murni berdasarkan kekuatan buy dan sell tidak dijamin oleh apapun maka tidak jarang crypto-currency memiliki nilai naik-turun lebih dari 20% dalam sehari yang sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk melakukan perdagangan untuk mendapatkan profit! Khususnya karena di Bitcoin.co.id biaya perdagangan crypto-currency adalah 0% atau bisa dikatakan sebagai murni barter.

Sayangnya pembayaran elektronik ini masih belum bisa dinikmati secara menyeluruh di Indonesia. Dengan kendala infrastruktur hingga pemahaman masyarakat terhadap pembayaran elektronik. Jenis transaksi pembayaran yang dapat diakomodasi juga berdampak pada sejauh mana implementasinya bisa dilakukan. Belum banyaknya gerai/merchant modern menyebabkan banyak daerah di Indonesia belum bisa secara penuh menggunakan pembayaran elektronik seperti uang elektronik maupun aplikasi pembayaran digital.

Kesiapan pelaku bisnis menghadapinya?

Kesiapan masyarakat melalui perubahan perilaku, dan kesiapan para pelaku usaha, kemajuan ekonomi digital di Indonesia hanya dapat terwujud jika didukung oleh infrastruktur TI seperti tersedianya sistem aplikasi yang handal (mobile application, web application, artificial intelligence, robotic, Big Data Analytics), koneksi jaringan yang baik (broadband internet, 4G, Google Balloon), data center yang murah dan handal (co-location, managed service, clouds computing), identitas penduduk yang valid (KTP elektronik), dan teknik otentikasi yang kuat (cryptography, digital signature, digital certificate, one time password, biometric verification).

Masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan lembaga jasa keuangan dan penggiat FinTech untuk mendukung ekonomi digital di Indonesia. Namun satu hal yang pasti, ekonomi digital itu adalah suatu keniscayaan. CEO di lembaga jasa keuangan harus siap mengantisipasinya. Penulis teringat ucapan terakhir CEO Nokia, yang pernah menguasai pasar handphone di dunia, pada saat mengumumkan penutupan bisnis handphone Nokia dia mengatakan “we didn’t do anything wrong, but somehow, we lost”.

Oleh: DSW

Related Posts

No results found.

Menu