fbpx

The Rise of Financial Technology in Indonesia

Artikel Bisnis

Perkembangan teknologi di 2018 ini sudah semakin pesat. Selain pertumbuhan beragam marketplace baru, kini juga mulai marak pertumbuhan financial technology atau yang biasa dikenal dengan sebutan fintech. Di Indonesia sendiri, fintech ini sudah cukup banyak bermunculan. Beberapa di antaranya bergabung dengan bidang bisnis lain, sedangkan lainnya berdiri sendiri sebagai layanan keuangan yang berbasis online.

Fintech adalah sebuah inovasi di bidang finansial dengan memanfaatkan teknologi. Konsep fintech yang merupakan layanan keuangan berbasis online ini diharapkan mampu menghadirkan transaksi keuangan secara lebih praktis dan aman. Banyak hal bisa dikategorikan sebagai fintech antara lain proses pembayaran, transfer, proses peminjaman dana, asuransi, permodalan, pegadaian, tabungan, dan lain-lain.

Saat ini sektor perbankan dan institusi finansial justru menilai bahwa fintech merupakan saingan atau ancaman terhadap bisnis keuangan konvensional. Terkait hal ini, Sri Mulyani, Menteri Keuangan RI memastikan, sektor perbankan tidak perlu khawatir. Pasalnya, pemerintah akan segera membentuk formulasi aturan atau kerangka aturan, termasuk insentif agar teknologi ini dapat dijadikan kekuatan bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Mengapa Fintech mulai populer di Indonesia?

Ada beberapa alasan mengapa fintech mulai populer. Pertama, ada 105 juta atau 40% penduduk Indonesia yang masuk kategori Generasi Z (kelahiran di atas tahun 1995) yang terbiasa serba cepat. Para Generasi Z ini tumbuh bersama perkembangan teknologi dan juga internet. Dengan begitu, fintech diminati karena sangat mendukung gaya hidup serba cepat pada masa kini.

Alasan kedua, dengan meluasnya penggunaan internet dan smartphone, maka fintech pun semakin banyak digunakan. Layanan keuangan berbasis online tersebut memungkinkan seseorang dengan mudah untuk mengakses layanan keuangan, contohnya transfer, tanpa harus ke ATM atau bank. Selain itu, ada alasan lain yang sederhana mengapa fintech begitu diminati dan berkembang di Indonesia. Kisah sukses orang lain dalam mengembangkan fintech, seperti GoJek dengan GoPaynya telah memicu banyak orang untuk membuat inovasi atau merintis usaha dalam bidang fintech.

Beberapa tren fintech pada 2018 hingga 2020 nanti yang bakal terjadi di antaranya adalah : Pertama, akan ada sinergi yang kuat antara bank dan perusahaan fintech. Dengan kolaborasi ini, diharapkan perbankan juga mampu menjangkau lebih banyak nasabah unbanked yang sudah menggunakan layanan atau produk fintech.;

Tren kedua adalah pemanfataan automated personalization, di mana bank akan memanfaatkan kekuatan fintech untuk mempersonalisasi penawaran yang dapat dilihat pengguna di semua perangkat mereka. Bank juga dapat menghadirkan promo yang disesuaikan dengan banking habit enduser-nya;

Tren ketiga yaitu teknologi Voice User Intervace (VUI) yang dihadirkan temanteman di industri smartphone. Teknologi ini memungkinkan pengguna untuk mengendalikan fitur-fitur produk dalam perangkat hanya menggunakan suara. Dengan teknologi ini, pengguna bisa melakukan transfer, mengecek saldo dan aktivitas finansial lainnya hanya dengan suara.

Pada tahun 2020, Indonesia diharapkan menjadi kekuatan ekonomi digital terbesar di kawasan Asia Tenggara dengan potensi sebesar 130 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1.690 triliun. Melalui inovasi layanan dan produknya, fintech dipercaya dapat mendorong ekonomi digital dengan membuka akses terhadap layanan keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat. Melalui karakter yang mobile dan efisien, fintech diharapkan mampu menjawab tantangan yang tidak dapat dijawab oleh layanan keuangan tradisional sebelumnya.

Perkembangan Fintech sangat bermanfaat bagi kita semua, sebab karakteristik wilayah Indonesia yang sangat luas dapat diatasi dengan kemudahan akses, serta efisiensi biaya operasional dapat dilakukan karena fintech tidak perlu membuka kantor cabang fisik seperti perbankan konvensional. Terlebih pelaku bisnis UMKM sekarang juga dapat dengan mudah memperoleh pendanaan bisnis mereka, dibandingkan mereka harus meminjam dana di bank konvensional. Sri Mulyani mengharapkan agar pelaku bisnis fintech juga dapat memberi kesempatan secara adil kepada UMKM untuk mendapatkan pendanaan dengan bunga yang sangat terjangkau. Jika hal ini berhasil dilakukan, maka saya percaya mimpi Presiden Jokowi untuk mewujudkan Indonesia 4.0 dapat segera terwujud, Jayalah Indonesia-ku!

Related Posts

Menu