fbpx

OPEN MIND

Artikel Bisnis

Suatu hari, saya mendengar seorang konsultan bisnis  memberikan arahan  kepada para peserta training di perusahaan kami. Konsultan tersebut memberikan ilustrasi sebuah cerita lama tentang perlombaan antara Kura-kura dan Kelinci. Kita semua tahu cerita itu. Dimana Kura-kura memenangkan perlombaan lari tersebut karena kelinci terlena, menganggap enteng kompetisi yang tidak berimbang itu, sehingga ketika dia tertidur pulas, kura-kura dengan kegigihannya akhirnya memenangkan pertandingan lari itu.

Kami semua mengetahui moral cerita ini, bahwa dalam kehidupan, sering kali kegagalan tidak disebabkan karena factor yang kasat mata, tetapi ada banyak factor yang tidak kelihatan yang justru dapat mengakibatkan kegagalan. Kita dapat mempelajari dari cerita dimana NOKIA tidak dikalahkan oleh SONY ERICSSON atau SAMSUNG pada jamannya, tetapi dia dikalahkan oleh ANDROID, sebuah platform OS yang terbilang baru pada saat itu, yang mungkin dianggap seperti kura-kura dibanding keyakinan NOKIA terhadap Symbian, OS yang mereka percayai dapat berkembang lebih besar. Kita semua mengerti moral cerita ini, Jangan Pernah Lengah.. Jangan Stay dalam COMFORT ZONE… karena ini adalah factor-faktor yang tidak kasat mata, tetapi dapat membawa kita pada kegagalan di kemudian hari…

Tetapi cerita tidak berhenti disitu. Konsultan tersebut meneruskan ceritanya. Si Kelinci tentu saja berbenah. Dalam benak Kelinci tersebut, tidak bisa menerima kekalahan lomba lari melawan kura-kura. Dalam sejarah, mana ada kelinci kalah dalam lomba lari melawan seekor kura-kura..? Karena itu, Kelinci menantang kembali kura-kura untuk lomba lari sekali lagi. Dan tantangan itu diterima. Dengan rute yang sama. Kali ini, Kelinci mempersiapkan diri dan waspada. Ketika tanda start dimulai, tanpa membuang waktu, Kelinci lari sekencang-kencangnya menuju garis finish. Dan akhirnya… kita tahu semua, Kelinci memenangkan perlombaan ini.  Moral dari kisah ini memberikan inspirasi kepada kita, bahwa kita akan betul-betul gagal ketika kita berhenti berusaha. Dalam kehidupan, kita harus memiliki mental sebagai seorang pejuang, seorang DIE HARD, yang tidak pernah menyerah pada kegagalan. Seorang yang menyiapkan cara alternative ketika satu jalan tidak berhasil. Keberhasilan tidak betul-betul menjadi sebuah keberhasilan ketika dia belum melampaui batas kesulitan.  Dalam bisnis kita banyak mengetahui POCARI SWEAT adalah produk yang boleh dibilang gagal di awal. Orang sulit menerima, untuk segar dengan minum cairan semacam infus..? tetapi proses edukasi yang terus menerus membawa POCARI SWEAT menjadi produk suplemen kesegaran yang konon dapat mengambil marketnya Coca Cola.
Tidak bisa dipungkiri, dalam sebuah persaingan bisnis, Mereka yang kuat, akan memiliki peluang untuk memenangkan pertempuran. Kekuatan yang diukur dari sisi finansial, produk, team dan juga brand.  Apalagi selain kuat, mereka juga selalu waspada terhadap perubahan. Hati-hati bilamana kita berhadapan dengan competitor yang dalam kondisi waspada, tetapi dengan kekuatan penuh…

Kami kira cerita sudah berhenti sampai disini. Ternyata belum. Konsultan tersebut melanjutkan ceritanya. Kura-kura yang kalah pada giliran ke dua menantang balik kelinci. Dia menegaskan skornya masih 1-1, tidak ada yang kalah, tidak ada yang menang. Untuk menentukan pemenang dibutuhkan satu kali lomba lagi. Tetapi kali ini rute nya ditentukan oleh Kura-kura. Tantangan itu langsung diterima oleh Kelinci. Siapa takut..? demikian pikir Kelinci. Pada waktunya, seperti biasa, Kelinci dengan sigap dan waspada penuh, segera memacu larinya sekencang-kencangnya. Kura-kura tertinggal jauh dibelakang. Hingga satu batas tertentu.. kelinci berhenti berlari.. Rute yang harus dilewati, di depannya adalah sebuah sungai yang lebar.

Hahaha… Kelinci tidak bisa berenang, tentu saja, dia kebingungan mencari cara agar dapat menyeberangi sungai tersebut. Sekian lama dia menunggu, lambat tetapi pasti, Kura-kura dapat menyusulnya. Langsung saja Kelinci protes, ini khan lomba lari, bukan berenang. Tetapi kura-kura mendebat, bahwa bagi dia, sama saja, menyebrangi sungai itu, dia juga menggerakkan kaki seperti berlari. Tetapi dalam perdebatan itu, kura-kura menawarkan kelinci untuk naik ke punggungnya, dan bersama-sama mereka menyebrangi sungai tersebut. Setelah itu, gentian kelinci menawarkan kura-kura untuk naik ke punggungnya, dan bersama-sama mereka mencapai garis finish, meraih kemenangan bersama.

Inilah era yang kita alami saat ini. Kemajuan teknologi membuat competitor tidak dapat menggunakan kemampuannya karena medan permainan sudah diubah. Taxi Offline tidak dapat bersaing melawan Taxi Online, karena memang medannya diubah.  Ini adalah dimana kita harus melakukan kolaborasi, bahkan dengan banyak bidang bisnis yang awalnya seperti tidak berhubungan, tetapi melalui teknologi saat ini, bukan tidak mungkin hal ini dapat terjadi.

Karena itu, mari kita memperkuat kemampuan inti kita masing-masing, kemudian dengan kemampuan itu, kita membuka diri untuk membuat langkah kolaborasi dengan pemain bisnis lain. Hal ini dapat ditemukan dalam komunitas bisnis yang positif, untuk saling mengembangkan kolaborasi menjadi sebuah peluang bisnis dan kesuksesan yang baru.

Ditulis oleh :
Budhi Setio
Director of PT Tidex Titan Persada
Partner of Connectpedia

Related Posts

No results found.

Menu