fbpx

Managing Millennials Workers After Pandemic

Artikel Bisnis

Managing Millennials Workers After Pandemic. Anita Dwi Kurnia Widya menjabat sebagai Head of Human Capital Development, PT Intiland Development Tbk, sebuah public company yang bergerak di sektor usaha properti. Saat ini beliau juga memiliki beragam sertifikasi, di antaranya adalah certified professional coach, certified human capital management system, certified learning designer, dan certified organizational development practitioner. Di sela-sela kesibukannya, beliau juga aktif mengisi seminar dan kegiatan knowledge sharing. Berikut salah satu topik hangat yang beliau bawakan dalam Connectpedia Conference 2020

“Managing Millennials Workers After Pandemic”

Apa itu millennials?

Millennials merupakan sebuah istilah untuk orang yang lahir pada tahun 1980 – 1996. Menurut data saat ini di Indonesia generasi inilah yang paling banyak, memiliki persentase sebesar 33.7% dan menurut Indonesia Millennials Report 2019, dicantumkan bahwa pada saat ini salah satu perusahaan yaitu Astra memiliki persentase karyawan Millenials sebesar 70%. Jumlah karyawan millennials yang bekerja pada tahun tersebut di Astra sebesar 250.000 orang. Pada saat itu juga Intiland juga memiliki pekerja millennials sebanyak 60%. Hal ini membuktikan bahwa sebagian besar pekerja yang ada di perusahaan lain didominasi oleh para pekerja millennials juga, khususnya untuk millennials senior yang lahir pada tahun 1980, mereka kebanyakan sudah duduk pada posisi-posisi strategis yang sudah dapat mengambil keputusan.

Kenapa adanya perbedaan pada generasi?

Perbedaan-perbedaan yang ada pada setiap generasi terletak pada proses saat mereka bertumbuh dimana hal ini berhubungan erat dengan teknologi. Antara Generasi Tradisional, Baby Boomers, Gen X, dan Gen Y/ Millennials, ada perbedaan teknologi dimana yang awalnya untuk mendapatkan informasi harus dilakukan dengan cara tradisional,
kemudian berkembang seiring berjalannya perkembangan teknologi yang semakin memudahkan kita dalam mengakses informasi yang ada. Pada saat millennials lahir, mereka sudah terbiasa dengan teknologi yang terkoneksi, membuat mereka menjadi orang – orang yang mudah terkoneksi satu sama lain. Karena adanya kemudahan dalam melakukan
koneksi dan juga menerima informasi, karakter generasi millennials biasanya cenderung lebih terbuka dibandingkan
generasi sebelumnya.

Bagaimana Mindset dalam memanage generasi millennials?

Also available on Youtube Channel – Connectpedia Indonesia

Related Posts

No results found.

Menu