fbpx

Humanless Organization

Artikel Bisnis

“One simple error can cause huge ripple effects across the entire organization and even result in lost revenue. Shifting to automation for these tasks can eliminate this liability. Replacing human work with automation can also help to improve efficiency”

Judul ini saya angkat untuk tema Connect Magazine ed. 15 karena saya lihat semakin cepatnya perkembangan teknologi Artificial Intelligence di beberapa negara maju, seperti Amerika dan China, yang saat ini sudah menjadi kenyataan. Amazon Go milik Amazon dan Tao Café milik Alibaba merupakan salah satu contoh toko fisik (offline) yang bisa melayani kebutuhan sehari-hari pelanggan tanpa kita temukan satu orang pun staf yang jaga di sana. Sedemikian pelanggan cukup datang, mengambil barang, dan membayarnya dengan cara scan QR code yang ada di smartphone mereka, sangat simpel!

Bayangkan jika teknologi ini diterapkan di Indonesia, akan ada sekitar 25.000 gerai toko Indomaret dan Alfamaret yang harus mem-PHK sejumlah karyawan mereka agar mampu bersaing dengan Tao Café yang sebentar lagi membuka outlet nya di Indonesia. Apalagi tiap gerai convenience store asli Indonesia ini rata-rata masih dijaga oleh 10 orang karyawan.

Ditambah lagi semakin banyak perusahaan baru yang mengusung konsep virtual organization, yaitu perusahaan yang tidak mempunyai physical office, pasti menambah pusing kepala perusahaan konvensional yang overhead cost-nya tinggi karena beban sewa. Tidak hanya itu, banyak startup business juga membuat produk teknologi (software) untuk ditawarkan ke perusahaan-perusahaan yang sudah besar dan mapan agar mau menerapkan konsep Humanless Organization, yaitu bagaimana melakukan efisiensi tenaga kerja, di sisi lain produktivitas tetap terjaga.

Semua orang tentunya sadar bahwa perkembangan teknologi akan mempermudah begitu banyak kegiatan manusia. Dan hal itu bisa saja menggeser kemampuan bekerja manusia dan diambil alih oleh kemapanan teknologi. Diperkirakan di tahun 2020 mendatang, teknologi akan sangat memegang kendali dalam berbagai aspek pekerjaan. Namun bukan berarti sumber daya manusia tidak lagi dibutuhkan, peran teknologi dalam hal ini hanya akan mendukung kegiatan manusia saja.

Lantas bagaimana dengan perusahaan kita? Apakah kita harus mengurangi tenaga kerja? Di sisi lain, kita juga harus melakukan ekspansi usaha, bagaimana caranya agar perusahaan kita semakin berkembang, namun daya saing tetap terjaga?

Berikut ini adalah 4 aspek terpenting skill dan kompetensi karyawan yang harus dikembangkan oleh perusahaan di tahun 2020 mendatang, agar perusahaan kita tetap ramping dan bisa menjadi Humanless Organization :

  1. Problem Solving
    Masalah yang diakibatkan oleh mesin sekalipun tetap membutuhkan manusia untuk menyelesaikannya. Kemampuan problem solving yang dimiliki manusia hendaknya lebih kepada mengatasi persoalan-persoalan kompleks yang kirakira akan memiliki multi-efek. Selain itu, teknologi juga tidak sepenuhnya akan mampu mengatasi permasalahan dalam hubungan antar manusia. Maka dalam hal ini, sangat dibutuhkan kemampuan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan problem solving.
  2. Kreatif
    Sistem tidak dapat bekerja sendiri secara kreatif. Dibutuhkan kemampuan-kemampuan yang timbul dari kecerdasan manusia untuk menciptakan sesuatu. Sumber daya manusia yang kreatif akan sangat dibutuhkan dan terus menerus dibutuhkan. Di tahun 2020, kreativitas digadang-gadang menjadi skill yang paling dibutuhkan dalam industri. Kebutuhan produk dan pola pekerjaan baru menuntut pelaku industri lebih kreatif untuk mendapatkan keuntungan dari memanfaatkan teknologi di masa depan. Mungkin robot atau sistem dapat membantu mendapatkan sesuatu yang lebih cepat, tetapi sistem belum tentu bisa menjadi kreatif seperti manusia.
  3. Kecerdasan Emosional
    Erat kaitannya dengan kerjasama tim, karena kecerdasan emosional memiliki keterikatan dengan hubungan antar manusia. Teknologi tidak memiliki emosi atau perasaan, namun yang mengoperasikannya tentu manusia yang memiliki aspek-aspek humanisme. Manusia bukanlah sistem atau robot yang tidak memiliki empati atau perasaan, maka melalui kecerdasan emosional, seseorang mampu mengelola dirinya dan orang lain, serta bisa berinteraksi secara positif satu sama lain. Dengan cara ini, karyawan tersebut bisa berprestasi, baik sebagai individu maupun tim.
  4. Negosiasi Skill
    negosiasi ini menjadi sangat penting. Karena negosiasi merupakan kegiatan yang tentunya
    akan dilakukan banyak pihak untuk membangun relasi dan mendirikan sebuah jaringan kerja. Negosiasi ini tidak melulu dalam konteks sebuah pembiayaan atau yang berhubungan dengan harga dan uang. Lebih mengenai dunia pekerjaan akan terdapat konflik atau masalah. Tanpa adanya negosiasi, konflik akan menyebabkan ketidakpuasan pada satu pihak, dan hal ini berbahaya bagi pekerjaan. Maka negosiasi berguna untuk menyelesaikan masalah dengan berdiskusi dan mencari jalan keluar bersama. Walaupun sudah ada Artificial Intelligence untuk membantu banyak proses pekerjaan, namun peran manusia masih dibutuhkan untuk proses negosiasi yang sifatnya lebih relasional, bukan transaksional. Sudah siapkah perusahaan kita menyongsong tahun 2020 yang mana Uber secara resmi akan meluncurkan Uber Air (mobil terbang / drone) dan Tesla meluncurkan driverless car (mobil tanpa sopir)? Mari kita rampingkan perusahaan kita sejak dini agar tidak terlibas dalam abad Humanless Organization ini.

Related Posts

Menu