fbpx

How to CHOOSE & BUY a Good Business

Artikel Bisnis

Ada 3 pilihan bagi Anda yang sedang memiliki ‘uang lebih’ agar Anda tidak lagi bekerja untuk cari uang, tapi uang yang bekerja untuk Anda.

Pilihan pertama tentunya menabung, bukan tabungan biasa, atau deposito, karena suku bunga per tahunnya masih lebih rendah dari tingkat inflasi, artinya nilai uang sesungguhnya malah akan susut. Menabung yang menguntungkan untuk saat ini adalah dengan membuka reksadana, atau membeli obligasi yang perolehan nilai gain selalu lebih tinggi dari inflasi per tahunnya.

Yang lebih menantang adalah pilihan kedua, yaitu melalui instrumen investasi, baik di pasar modal, maupun di pasar properti, karena yang namanya perekonomian makro tidak akan pernah mandek, selama masyarakat masih membutuhkan makan dan tempat tinggal, selama itu pula nilai investasi akan tumbuh.

Namun tetap perlu diperhatikan di sektor mana saja investasi Anda letakkan, jangan taruh seluruh telor di satu keranjang yang sama, kata Warren Buffet.

Pilihan ketiga adalah yang paling menantang, yaitu mendirikan bisnis baru selain yang Anda miliki saat ini. Kenapa tidak membesarkan saja bisnis yang ada sekarang? Kenapa harus buat yang baru? Ingat perkataan Warren Buffet, jangan membesarkan asset Anda di satu tempat yang sama, karena risiko terlalu besar. Lalu, jika mendirikan bisnis yang baru dari nol, apakah tidak jauh lebih sulit dan menguras banyak energi, waktu dan pemikiran?

Memang mendirikan bisnis yang baru sangat menantang, bukan karena tidak mampu, atau tidak mau, namun karena Anda mungkin tidak memiliki waktu untuk melakukannya. Oleh sebab itu, sesungguhnya ada alternatif lainyang bisa Anda coba, yakni membeli bisnis orang lain.

Ada beragam cara untuk membeli bisnis orang lain yang sudah jalan. Pertama adalah jika orang tersebut memang kebetulan berencana menjual bisnisnya, maka Anda bisa mengakuisisi sebagian atau sepenuhnya hak kepemilikannya. Tentunya ada banyak kondisi yang harus Anda perhatikan sebelum membeli bisnis tersebut, karena bisa jadi bisnis tersebut sedang bermasalah atau sedang berkembang pesat namun orang yang bersangkutan terbentur di masalah permodalan. Anda bisa saja masuk sebagai investor dalam bisnis ini menjadi pesero aktif maupun pasif. Jika Anda tidak memiliki waktu, maka pilihan menjadi pesero pasif adalah yang terbaik.

Cara yang kedua adalah membeli bisnis waralaba, cara yang mungkin tidak asing lagi bagi Anda. Sistem franchise memang saling menguntungkan kedua belah pihak, baik pihak franchisor yang menjual maupun pihak franchisee yang membeli hak waralaba. Karena sistem yang sudah mengalami trial and error berkali-kali dan akhirnya dibakukan oleh franchisor , serta brand produk yang sudah dikembangkan sedemikian rupa, maka Anda sebagai investor harus menyetorkan modal awal yang cukup besar untuk membeli hak franchise tersebut.

Namun sesungguhnya banyak orang yang kecewa dengan franchise yang dibelinya, tidak hanya ratusan juta, bahkan miliaran rupiah dikeluarkan untuk sesuatu yang tidak bertahan lama.

Mengapa demikian?

Kesalahan terbesar seseorang saat akan membeli bisnis, baik akuisisi bisnis ataupun waralaba, adalah fokus yang dilihat hanya pada kinerja keuangan saja, padahal aspek marketing juga sangat perlu diperhatikan. Bisnis yang saat ini mengalami kinerja keuangan sangat stabil ditinjau dari segi penjualan, dan keuntungan, tidak memberikan jaminan bahwa bisnis tersebut dapat mengalami hal yang sama untuk jangka waktu setahun ke depan.

Diperlukan pendekatan lain untuk memilih dan membeli bisnis yang baik. Seminar H ow to Choose and Buy a Good Business yang akan diselenggarakan SLC MARKETING, INC.. pada penghujung akhir tahun 2014 akan memberikan bekal bagi Anda untuk membuat ‘uang lebih’ Anda bekerja dengan maksimal pada tahun 2015.

Apa saja yang akan Anda pelajari melalui seminar ini? Setidaknya ada tiga langkah yang tidak boleh dilewatkan, yaitu pertama, Market Audit. Bagaimana melihat prospek bisnis dari sisi internal dan eksternal yang dihadapi saat ini. Bagaimana menemukan real strength dan real opportunity dari suatu bisnis. Yang kedua adalah Product Audit. Bagaimana melihat prospek bisnis dari sisi product life cycle dan unique selling proposition yang diusung suatu bisnis.

Yang ketiga adalah Customer Audit. Bagaimana melihat prospek bisnis dari sisi demand , yaitu segmen dan karakteristik customer yang dilayani selama ini, apa saja yang masih bisa dikembangkan ke depannya.

Selain ketiga topik di atas, sebagai persiapan menghadapi Asean Economic Community (AEC), yakni perdagangan bebas antar negara ASEAN yang telah ditanda-tangani Pak Susilo Bambang Yudhoyono sejak 2010 lalu, maka Anda juga akan dibekali dengan topik Business and Market Trend in 2015. Yakni mengenai apa saja tren bisnis yang harus diperhatikan di tahun 2015, dan bagaimana cara menyikapinya untuk memulai suatu bisnis baru. Kami menunggu partisipasi Anda di seminar yang istimewa ini, entah Anda sebagai investor yang hendak membeli bisnis atau sebagai pemilik bisnis yang hendak mencari partner baru untuk mengembangkan usaha bersama-sama.

Related Posts

No results found.

Menu