fbpx

Era Baru Cryptocurrency

Artikel Bisnis

Menghadapi Era Baru Cryptocurrency

Memasuki era yang serba digital, seluruh aktivitas manusia mulai bergeser dari semua yang serba manual menjadi serba digital. Kembali ke jaman 10 tahun yang lalu, setiap orang yang membutuhkan taksi umum, mereka harus menelepon dulu untuk pemesanan, menunggu selama beberapa waktu yang tidak diketahui dan membayar uang yang tergolong mahal. Bandingkan dengan “jaman now” di mana semua orang dengan mudah memesan taksi online menggunakan aplikasi yang ada di handphone. Mereka juga tahu kira-kira berapakah uang yang harus mereka keluarkan untuk pembayaran jasa tersebut dan kapan estimasi kedatangan driver. Bukan hanya taksi yang menjadi online, toko pun juga online seperti Tokopedia. Melalui Tokopedia, kita tidak perlu pergi ke department store untuk mencari barang melainkan kita hanya pesan melalui aplikasi yang ada. Selain contoh-contoh tersebut, masih banyak lagi contoh perubahan tren tersebut termasuk di dalamnya munculnya mata uang digital yang disebut dengan cryptocurrency.

Apa itu cryptocurrency?

Cryptocurrency merupakan teknologi mata uang digital yang menggunakan kriptografi untuk keamanan yang membuatnya tidak dapat dipalsukan. Kriptografi merupakan proses untuk mengubah informasi yang dapat dibaca menjadi kode yang sulit untuk dipecahkan untuk melacak pembelian dan transfer. Kriptografi sendiri muncul atas dasar kebutuhan dari komunikasi yang aman pada perang dunia kedua dan dikembangkan lebih lanjut pada era digital dengan elemen teori matematika dan computer science untuk menjadi suatu komunikasi yang aman. Bagaimanakah dengan harga dari cryptocurrency? Harga dari cryptocurrency ini ditentukan oleh permintaan dan penawaran dari pengguna teknologi ini. Cryptocurrency ini memberikan kemampuan bagi kita untuk melakukan transaksi tanpa melalui bank sentral. Sekedar info, harga cryptocurrency ini bisa naik turun mencapai 20% dalam waktu sehari karena mata uang ini tidak dijamin oleh apapun. Cryptocurrency pertama yang muncul adalah bitcoin yang dibentuk pada tahun 2009. Namun, Bitcoin ini masih popular hingga saat ini dan popular digunakan oleh orang asing. Merchant di Indonesia pun sudah ada yang menggunakan bitcoin sebagai alat pembayaran. Mata uang digital ini dianggap sama seperti komoditas layaknya emas, silver, tembaga dan kopi. Komoditas tersebut dapat dijual, dibeli ataupun ditukar seperti halnya menukar uang dengan emas. Cara perdagangan cryptocurrency juga sangat sederhana. Intinya hanya membeli saat murah dan menjual saat harganya tinggi.

Manfaat Penggunaan Cryptocurrency

Apa sebenarnya manfaat yang kita peroleh dari penggunaan cryptocurrency? Saat ini, ketika kita membeli barang di Amazon.com menggunakan kartu kredit, maka kita perlu membayar kurang lebih 3% ke American Express, Visa atau Mastercard. Dengan menggunakan Bitcoin, maka kita tidak perlu membayar biaya perantara tersebut dan tentunya akan mendorong harga untuk turun. Contoh lainnya adalah terkait transfer uang. Apabila Anda akan mentransfer uang ke teman Anda yang berada di luar negeri, Anda tentunya perlu untuk membayar pajak. Namun, dengan bitcoin Anda dapat langsung memberikan uang Anda dengan memberikan langsung uang ke dompet bitcoin teman Anda yang ada di internet. Kedua hal tersebut menunjukkan adanya kemudahan pembayaran yang dapat dilakukan. Kemudahan ini akan membuat cryptocurrency menjadi lebih mudah diterima oleh masyarakat global. Mengapa? Beberapa negara seperti Tiongkok akan sulit untuk membelanjakan uangnya di luar negeri karena adanya kebijakan dari pemerintah Tiongkok itu sendiri sedangkan cryptocurrency tidak memiliki batasan kebijakan moneter dari negara manapun. Di samping itu, pembukaan rekening bitcoin juga lebih mudah dibandingkan membuka rekening di bank.

Peluang Investasi pada Cryptocurrency

Selain digunakan sebagai alat pembayaran, bitcoin juga digunakan sebagai salah satu media untuk berinvestasi. Alasannya adalah meningkatnya nilai bitcoin secara cepat. Data dari coindesk menyatakan bahwa nilai bitcoin sudah meningkat 7.000 kali lipat dari yang awalnya – pada tahun 2011 – nilai tukar bitcoin setara dengan $1. Survey yang dilakukan oleh Luno – perusahaan Bitcoin yang berpusat di Singapura –  pada tahun 2017 menyatakan bahwa motivasi utama pembelian koin dengan urutan sebagai berikut: 26.7% alasan investasi, 25% alasan trading/spekulasi dan 20.4% kemudahan pembayaran. Survey lainnya juga menyebutkan bahwa 46.6% responden memilih bitcoin sebagai instrument investasi dibandingkan emas dan 40.4% tidak memilih keduanya.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, harga bitcoin ditentukan oleh permintaan dan penawaran. Sesuai dengan hukum permintaan dan penawaran, semakin tinggi permintaan, maka harga akan semakin naik. Ditambah lagi, banyak perusahaan investasi yang menginvestasikan dananya ke bitcoin. Hal ini membuat bitcoin semakin dilirik oleh banyak investor termasuk perbankan skala besar yang sebelumnya berinvestasi di pasar saham.

Ancaman Cryptocurrency

Akibat dari ketertarikan investor yang tinggi, harga menjadi tinggi dan berisiko untuk menjadi bubble. Bubble atau gelembung merupakan kondisi di mana harga suatu investasi menjadi sangat tinggi, tidak setinggi nilai yang seharusnya. Namanya gelembung makin lama akan makin membesar hingga pecah. Hal ini tentunya akan dapat menyebabkan krisis keuangan yang akan memberikan dampak sektor lainnya. Kekhawatiran itu lebih dipertegas karena risiko bitcoin yang tinggi, teknologi pencatatan yang masih belum terukur dan masih banyak hal yang “buram” bagi regulator. Warren Buffet selaku investor legendaries mengatakan bahwa cryptocurrency merupakan investasi yang tidak berwujud yang tidak memberikan pendapatan maupun dividen dan tidak memiliki nilai buku (nilai wajar) seperti investasi seharusnya.

Hal yang Diwaspadai dari Cryptocurrency

Akan tetapi, setiap tren tidak mungkin lepas dari peluang pemanfaatan tren tersebut ke arah negatif. Bagi anda para investor, ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan sebelum melakukan investasi. Pertama, tidak semua cryptocurrency dapat digunakan sebagai mata uang. Cryptocurrency yang paling mudah diterima untuk alat pembayaran barulah bitcoin. Kedua, fluktuasi nilai cryptocurrency tidak bisa diprediksi karena tidak ada satu negara pun yang mengendalikan mata uang digital ini. Oleh karena itu, untuk saat ini, lebih baik tidak menggunakan cryptocurrency untuk investasi jangka panjang melainkan gunakan untuk kemudahan pembayaran atau sebagai penghasilan sampingan. Ketiga, banyak investor bodong yang menggunakan cryptocurrency. Skema ponzi semakin berkembang berkat mata uang digital ini sehingga investor perlu benar-benar memperhatikan investasi yang hendak diambil.

Lalu, apa yang harus dilakukan oleh para pebisnis menghadapi fenomena ini? Sebagai seorang pebisnis, tentunya kita harus memperhitungkan return dan risikonya. Dalam melakukan investasi, pebisnis perlu untuk menyikapinya dengan bijak sehingga kerugian lebih besar bisa diantisipasi. Para pebisnis dapat melakukan diversifikasi dalam melakukan investasi. Apa itu diversifikasi? Diversifikasi artinya melakukan investasi di berbagai instrumen investasi untuk meminimalisasi risiko yang ada. Don’t put your eggs into one basket!

Akhir kata, bisnis akan terus berkembang termasuk tren cryptocurrency yang sedang marak saat ini. Akan tetapi, perusahaan tidak boleh gegabah melainkan harus mampu untuk secara kritis memanfaatkan peluang dan memperhatikan ancaman yang ditimbulkan. Be wise in investing!

Baca juga artikel terkait perkembangan Bitcoin dari tahun ke tahun.


Adi Kurniawan Yusup, S.E.
Chief Financial Officer Connectpedia

Related Posts

No results found.

Menu