fbpx

EFFECTIVE CLOUD COMPUTING IN 2020

Artikel Bisnis

Di tengah perubahan zaman yang semakin cepat sekarang ini, tidak dapat dipungkiri bahwasanya teknologi telah membawa begitu banyak dampak, hingga istilah seperti disrupsi dan VUCA, jamak kita dengar hari-hari ini.

Salah satu perkembangan teknologi yang manfaatnya cukup banyak kita rasakan adalah cloud computing atau komputasi awan. Jika Anda memiliki smartphone Android, sudah barang tentu Anda juga memiliki akun di Cloud. Aplikasi seperti Google Drive ataupun Dropbox tentunya tidak asing bukan? Dengan teknologi Cloud ini, perusahaan start-up sekalipun memiliki kesempatan untuk menjadi besar dengan scalability yang lebih terukur. Teknologi cloud memungkinkan perusahaan baik besar maupun kecil untuk memulai sebuah project dengan budget minimum, merangkul budaya “fail fast”, cepat gagal dan cepat pula bangkitnya, dan dengan demikian mampu bersaing dengan kompetitor di tengah pasar yang semakin crowded.

Kita hidup di dunia dimana 90% perusahaan-perusahaan yang termasuk di dalam list Fortune 500 di tahun 1955 sudah tidak ada lagi hari ini dan diperkirakan 40% sisanya akan menghilang dalam satu dekade ke depan. Disrupsi berbicara mengenai cara yang lebih baik dalam melakukan sesuatu hal, sehingga cara yang lama dan usang akan tergantikan dengan cara yang baru yang lebih efisien, cepat, dan seringkali revolusioner. Perusahaan sekelas gajah saat ini bisa saja kalah bersaing dengan perusahaan kecil yang baru berdiri berkat adanya bantuan teknologi. Lihat saja GRAB dan GOJEK yang sekarang termasuk dalam start-up Decacorn dengan valuasi lebih dari 10 miliar dollar AS. Siapa yang menyangka bahwa perusahaan yang tidak memiliki aset fisik sekalipun bisa memiliki nilai yang begitu besar?

Untuk itu perusahaan-perusahaan yang sudah lama berdiri pun perlu untuk mempertimbangkan penggunaan teknologi ini. Komputasi awan menggantikan data center on-premise atau Server yang terletak di dalam lokasi perusahaan yang memiliki beberapa kelemahan sebagai berikut:

  1. High maintenance, secara berkala setiap peralatan elektronik akan menua dan perlu untuk diremajakan, belum lagi jika terjadi malfungsi atau kerusakan jaringan akibat faktor alam misalnya, maka biaya untuk disaster recovery yang dibutuhkan akan semakin membengkak dan belum lagi imbasnya pada operasional perusahaan yang macet karena terjadi down pada system.
  2. Departemen IT harus “sakti”, karena bisnis di zaman sekarang berjalan tanpa jeda, bayangkan saja jika sebuah perusahaan memiliki ratusan bahkan ribuan cabang, dimana masing-masing cabang memiliki sentral data sendiri dan terhubung dengan sentral data di pusat, jika ada satu saja yang bermasalah, maka tentunya staf IT harus siap sedia memperbaikinya kapanpun dibutuhkan.
  3. Internet Bandwidth, dengan puluhan bahkan ratusan cabang, bisa dibayangkan berapa besar cost yang harus dikeluarkan perusahaan untuk menghubungkan semua Data Center dan menjaganya supaya keberlangsungan transaksi tidak terganggu akibat lambatnya kecepatan dalam jaringan internal perusahaan.
  4. Security Issue, karena data yang tersimpan di server perusahaan ditangani sepenuhnya oleh orang IT di dalam perusahaan, sangat rentan apabila terjadi pemutusan hubungan kerja dan permasalahan antar personel di dalam perusahaan, data yang tersimpan dapat diubah atau dibajak oleh orang di dalam perusahaan. Belum lagi jika secara fisik terjadi pencurian Server atau hardware lain yang memuat data perusahaan.

Dengan pindah ke Cloud memungkinkan perusahaan untuk melakukan lompatan dari ide menuju kesuksesan dalam waktu yang cepat. Perusahaan dapat bergerak cepat dan menumbuhkan budaya agility atau gesit dalam menghadapi perubahan selera konsumen. Komputasi awan bukan hanya masalah infrastruktur saja, ini adalah sebuah kesempatan untuk berubah dengan cepat, menganalisa efek perubahan dan menghasilkan laporan analisa yang fundamental dan tepat sasaran dengan bantuan AI dan Business Intelligence yang sudah built-in di dalam system cloud, menguji validitas konsep dan melihat hasilnya secara real time. Perusahaan dapat membangun “pabrik ide” dan mewujudkan gagasan itu dalam waktu singkat sehingga mampu bersaing dan beradaptasi dengan perubahan yang terjadi dengan begitu cepat.

Efek dari globalisasi dan penemuan teknologi baru seperti 5G semakin memperkuat keyakinan bahwa organisasi di zaman modern ini memerlukan sistem operasional yang mampu berinteraksi dengan pengguna gadget mobile (smartphone, phablet), responsif terhadap perubahan, dan bisa dipakai di seluruh dunia dengan elastisitas dan skalabilitas yang mengizinkan perhitungan, penyimpanan, dan sumber daya lainnya untuk ditambah atau dikurangi dengan mudah. Itulah Cloud Computing. Pertanyaannya sekarang adalah: Apakah perusahaan Anda sudah cukup lincah dalam menghadapi perubahan zaman saat ini?

 

Ditulis oleh :

Dominic Kristianto

Business Development Manager

PT Dinamika Solusi Informatika

Partner of Connectpedia

Related Posts

No results found.

Menu