fbpx

Cryptocurrency 101: How Digital Currency Will Change Our World

Artikel Bisnis

Cryptocurrency 101: How Digital Currency Will Change Our World

Saat artikel ini ditulis (19 November 2017), nilai tukar Bitcoin (BTC) di Golix mencapai $14,414 (sekitar Rp.197 Juta) untuk 1 BTC. Golix merupakan website penyedia layanan penukaran mata uang digital (Cryptocurrency) yang beroperasi di Zimbabwe. Nilai tukar ini mencapai hampir dua kali lipat pasar internasional (Nilai internasional: $7,776.94) karena permintaan yang meningkat tajam setelah terjadi krisis politik akibat kudeta militer pada 14 November 2017.

Di awal tahun 2017 ini, nilai 1 Bitcoin (Internasional) pada 1 Januari 2017 adalah $997.69. Sedangkan sekitar 5 tahun lalu, pada 1 Januari 2012, nilai Bitcoin hanya $5.46.

Dari 1 Januari 2012 hingga pertengahan November 2017, kenaikan nilai Bitcoin (Berdasarkan nilai tukar internasional) telah mencapai 142,435% (Seratus empat puluh dua ribu empat ratus tiga puluh lima persen). Seandainya pada 1 Januari 2012 kita membeli Bitcoin dengan 1 Juta Rupiah saat ini Bitcoin tersebut bernilai sekitar 1,4 Milyar Rupiah.

Bagaimana mata uang digital akan merubah dunia kita?

Ada pola evolusi yang muncul di banyak industri: Theisme > Humanisme > Data-isme. Kita ambil contoh pada industri kesehatan. Sekitar 1,500 tahun yang lalu manusia masih percaya bahwa penyakit terjadi akibat dosa dan hanya doa semata yang dapat menyembuhkan penyakit mereka (Theism). Lalu terjadi evolusi, manusia mulai mempelajari ilmu kesehatan dan dengan berkembangnya waktu mereka mulai berharap pada dokter untuk menyembuhkan penyakit mereka (Humanism).

Perkembangan ini berjalan hingga munculnya berbagai penyakit baru yang sulit didiagnosis dan timbulnya banyak kasus malpraktek oleh para tenaga medis, ini membawa kita pada evolusi berikutnya, yaitu Data-isme. Manusia mulai mengandalkan data untuk menyelesaikan masalahnya. Saat ini, dalam banyak kasus dokter tidak mendiagnosis hanya dengan melakukan observasi saja, mereka mengirimkan pasien untuk melakukan serangkaian tes berbasis mesin (MRI, CT Scan, EEG, dan lain-lain) untuk mendapatkan data yang digunakan untuk diagnosis penyakit.

Di masa mendatang, komputer akan dapat melakukan diagnosis yang lebih akurat menggunakan kecerdasan buatan yang didukung oleh basis data yang luar biasa besar.

Evolusi yang sama juga terjadi pada Uang. Silakan buka dompet Anda dan keluarkan selembar Rupiah. Anda akan menemukan tulisan “DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA…”. Hal yang sama juga ada di mata uang US Dollar, silakan cek selembar US Dollar dan Anda akan menemukan tulisan “IN GOD WE TRUST” (Hanya kepada Tuhan kami percaya). Ini merupakan jejak evolusi Theisme.

Selanjutnya, Anda akan menemukan tanda tangan perwakilan dari Bank Indonesia dan Pemerintah Indonesia (Pada uang terbitan >2016), lambang negara (Garuda Pancasila), dan frase “Negara Kesatuan Republik Indonesia” (atau frase Bank Indonesia pada uang cetakan lama). Ciri-ciri ini ada karena uang (Rupiah) merupakan sebuah kontrak yang diterbitkan oleh negara, bukan hanya selembar kertas. Jadi, ketika kita menggunakan Rupiah, kita menaruh kepercayaan bahwa lembaran Rupiah tersebut dapat diterima dan berfungsi sebagai uang di Indonesia. Uang (Fisik) ini merupakan perwujudan dari tahap Humanisme.

Namun, seperti yang kita tahu, banyak kelemahan dari uang (Fisik) ini, seperti: pemalsuan, inflasi, adanya pihak ketiga (Bank), pencatatan yang masih dilakukan manusia (lebih rawan salah), keputusan penting mengenai uang dapat diambil oleh segelintir orang, dan sebagainya. Hal ini membawa uang pada evolusi selanjutnya yaitu Data-isme dengan mata uang digital (Cryptocurrency).

Saat ini evolusi data-isme pada uang masih berlangsung pada fase awal. Bitcoin merupakan mata uang digital pertama yang diperkenalkan pada 3 Januari 2009. Selama kurang lebih satu tahun, Bitcoin hanya digunakan untuk transaksi di dunia maya saja. Pada Februari 2010, Bitcoin mulai digunakan untuk transaksi di dunia nyata, yaitu untuk membeli dua buah pizza Papa John’s dengan nilai transaksi 10,000 BTC (Saat itu nilai 1 BTC masih $0.004). Sejak saat itu, nilai kapitalisasi pasar Bitcoin terus berkembang mencapai $1 Billion pada November 2011 hingga $130 Billion pada November 2017.

Seiring dengan kesuksesan Bitcoin, pada Juli 2015, diperkenalkan mata uang digital baru bernama Ethereum (ETH). Kemunculan mata uang digital baru ini diikuti oleh yang lainnya. Hingga Mei 2017, telah bermunculan lebih dari 1,000 mata uang digital yang lain. Mata uang digital selain Bitcoin inilah yang disebut sebagai Altcoin (Alternative Coin).

Dengan pesatnya perkembangan Bitcoin dan Altcoin ini, banyak negara dan perusahaan besar mulai mengakui legalitas mata uang digital dan menerimanya sebagai alat pembayaran. Berikut adalah sebagian daftar negara besar dimana mata uang digital legal digunakan: Amerika Serikat, Kanada, Meksiko, Argentina, Brazil, Colombia, Saudi Arabia, Belanda, Inggris, Australia, India, Pakistan, China, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Singapura, Indonesia, dan masih banyak negara lain. Semakin luasnya penerimaan mata uang digital dalam waktu singkat menandakan bahwa perkembangan evolusi ini berjalan pesat.

Seperti yang disebutkan di awal artikel ini, nilai Bitcoin meningkat hingga ratusan ribu kali dalam waktu yang sangat singkat. Sebagian Altcoin juga mengalami peningkatan nilai yang signifikan. Banyak milyader dan triliuner baru yang bermunculan dari evolusi uang ini, padahal evolusi ini masih berada di fase awal. Jadi, apakah Anda memilih sebagai pengamat saja atau ikut serta dalam evolusi ini?

Related Posts

No results found.

Menu