fbpx

3 Fase to Face New Normal

Artikel Bisnis

Dr. Nyoman Marpa, Chairman of Center for Family Business Studies (CFBS). Beliau memiliki dan menjalankan sekelompok perusahaan yang berbasis di Indonesia dengan bisnis inti di bidang manufaktur dan properti, juga sebagai Penulis buku bisnis keluarga di Indonesia: “Perusahaan Keluarga: Sukses atau Mati” menyampaikan bahwa dalam sebuah krisis, kita memiliki 3 fase, yaitu fase krisis, fase transisi, dan fase new normal.

  1. Faktor kunci di fase krisis adalah kita harus keluar dan selamat dari kepungan berbagai masalah akibat krisis. Dalam fase krisis ada 2 strategi yang bisa dilakukan, yaitu strategi bertahan dan strategi bergerak. Strategi bertahan yang terpenting adalah yang menyangkut orang, yaitu koordinasi dan harmonisasi yang menyangkut orang-orang yang terlibat dalam sebuah bisnis keluarga. Kedua, adalah efisiensi dan cost reduction yaitu hilangkan semua pengeluaran yang tidak perlu. Ketiga adalah manajemen modal kerja, yaitu perkecil inventory, percepat penagihan, dan kurangi asset-aset yang tidak produktif.  Strategi yang kedua adalah strategi bergerak. Yang pertama adalah, agility, lakukan berbagai perubahan yang memungkinakan bisnis bergerak lebih lincah. Kedua adalah opportunity, yaitu lihat semua peluang baru yang muncul saat krisis. Terakhir adalah strategic review, yaitu evaluasi formulasi strategy bisnis, five forces, dan review model bisnis kita.
  2. Fase transisi, kita harus menyiapkan semua perangkat bisnis (governance, system & structure, dan paradigm) untuk mengantisipasi perubahan dan keseimbangan baru. Berikut adalah beberapa perubahan yang harus diwaspadai oleh bisnis keluarga. Yang pertama adalah jam kerja yang lebih flexible, fasilitas zoom, cintact free- lifestyle, cloud lifestyle.
  3. Fase new normal. Yang pertama kita harus disiplin dengan semua tata kelola yang sudah dibuat pada masa krisis. Kedua, waspada pada perubahan lingkungan bisnis dengan merivew ulang formulasi strategi secara berkala untuk mengantisipasi setiap perubahan. Ketiga, kita harus sadar bahwa krisis akan terjadi lagi di masa depan, oleh sebab itu kita harus membangun sumber daya cadangan untuk kebutuhan pada masa krisis yang akan datang.

Also available on Youtube Channel – Connectpedia Indonesia

Related Posts

No results found.

Menu